this world has trapped me. i know that’s a fake world. it’s just a game. but… why this world feels like real. those people in there could make me happy without reason, and sometimes that world could make me sad easily.
(Source: domino-fx, via hottestfly)
i still remember how u broke my heart. Lol
i’m too scared to start loving someone.
sudah berapa kali aku seperti ini. mencintai orang yang tidak mencintai aku. bertepuk sebelah tangan?ya. ada apa denganku? ini ketiga kalinya aku menulis. apakah aku sebegitu buruknya? hahaha. lama-lama jiga begini terus, aku mungkin bisa lupa bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang kita cintai. oh bukan lupa, aku memang tidak pernah merasakannya. hahhhhhhhhhhhhh…. setelah menulis ke dua post yang tadi, dan.. kali ini air mata ku benar benar jatuh. aku masih terlalu cengeng untuk hal ini. tentu! ini terlalu…….. ah. lupakan. i want ask u once again, am i the worst?
untuk kalian. 4 orang laki laki. aku memang senang punya teman septi kalian, bisa bercanda dengan kalian, tertawa dengan kalian. tapi tau kah kalian? disaat kalian berempat bercanda tentang aku, disaat kalian terlalu berlebihan dalam bercanda.. dan akulah bahan tertawaan itu, aku ingin menampar kalian. sungguh. apa enak ditertawai seperti itu? walaupun kalian sahabatku.. tapi tolong bisakah kalian mengontrol semua itu? ya memang disaat kalian bercanda, aku ikut tertawa. mengapa? disitu aku hanya berpura pura menikmati semua! semua kata yang kalian keluarkan selalu menambah rasa minder untukku. seakan-akan aku memang yang terburuk dari ‘mereka’. atau memang “iya?”. aku memang tidak sepintar cewe pertama, aku memang tidak selucu cewe kedua, aku memang tidak semanis cewe ketiga, aku memang tidak sekuat cewe ke empat, aku memang tidak setinggi dan seputih cewe ke lima, suara ku memang tidak sebagus cewe ke enam, dan aku memang tidak bisa sepolos cewe ke tujuh. aku berbeda dengan mereka. aku punya ciri khas aku sendiri. ini aku, bukan mereka. tolong, jangan dibandingkan. kalau kalian memang tidak suka dengan aku yang begini karena aku tidak sperti mereka, yasudah. jangan membuat itu menjadi bahan tawaan yang menyakitkan. sungguh, sekarang aku benar benar merasa aku tidak pantas untuk kalian. maaf, mungkin kalian akan berpikiran ini terlalu kenakan (lagi), bercerita di dunia maya. ya itu karena aku tidak bisa mengungkapannya di kehidupan real. aku semakin minder untuk bertemu kalian. sungguh